Penjelasan Gunung Berapi

Gunung api atau Gunung Berapi secara umum adalah istilah yang dapatdidefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair ataulava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 kmdi bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saatmeletus.Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengahyang populer sebagai Bledug Kuwu.

1. Manfaat Setelah Letusan Gunung Berapi
Kalau gunung api meletus, manfaatnya:
1) Menyuburkan tanah
2) Penangkap hujan (hujan olografis)
3) Memperluas area pertanian
4) Memperbanyak budidaya tanaman
5) Barang tambang (mineral) semakin dekat ke permukaan bumi
6) Pariwisata dan sanatorium (tempat perawatan orang-orang yang sakit paru-paru karena udara yang sejuk)

2. Dampak Letusan Gunung Merapi (Berapi)
Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian:
• Menambah kesuburan kawasan sekitar merapi, sehingga dapat ditumbuhi banyak pepohonan dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu beberapa tahun kedepan
• Dapat dijadikan objek wisata bagi wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara setelah Gunung Merapi meletus
• Hasil erupsi (pasir) dapat dijadikan mata pencaharian seperti penambangan pasir dan karya seni dari endapan lava yang telah dingin.
• Aktifitas gunung api dapat menghasilkan geothermal atau panas bumi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari
• Sisa-sisa aktivitas Gunung Merapi dapat menghasikan bahan-bahan tambang yang berguna dan bernilai tinggi. Seperti belerang, batu pualam dan lain-lain.
• Membangkitkan industry semen dan industry yang berkaitan dengan insfrastuktur bisa bangkit, termasuk bisa menyerap banyak tenaga ahli untuk memulihkan infrastruktur dan sector lainnya di kawasan terkena musibah.
• Terjadinya disribusi keadilan ekonomi, dengan banyaknya sumbangan dari para dermawan.

3. Manfaat Kesuburan Tanah Vulkanis
Tanah vulkanis dibentuk dengan tambahan abu vulkanik dari gunung berapi yang meletus. Abu vulkanik merupakan hasil dari peleburan dan pembakaran bahan-bahan mineral. Lapisan tanah yang dilapisi abu tersebut kemudian menjadi sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk. Namun, jika tanah vulkanis diberi tambahan pupuk organik atau kotoran hewan, kondisinya akan semakin prima. Tidak mengherankan jika banyak orang yang tetap memilih untuk tinggal di sekitar gunung berapi. Meskipun letusan gunung berapi sangat menakutkan dan membahayakan, manfaatnya sangat banyak, salah satunya menyuburkan tanah sehingga penduduk bisa menjadikan lahan-lahan di lerengnya sebagai lokasi pertanian yang menjanjikan.
Daerah-daerah pertanian yang diusahakan di wilayah bertanah vulkanis banyak terdapat di Indonesia, yang memang memiliki banyak gunung berapi aktif, di antaranya di bagian utara Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Halmahera, Sulawesi, dan lain-lain. Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki lebih banyak gunung berapi dari daerah lain otomatis memiliki lahan-lahan vulkanis yang paling luas.

0 komentar:

Poskan Komentar